Tampilkan postingan dengan label Es Campur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Es Campur. Tampilkan semua postingan

Membangun Sistem Pendidikan Nasional Visioner (SPNV)

Apa yang dimaksud dengan membangun Sistem Pendidikan Nasional Visioner (SPNV? Selanjutnya akan diuraikan lebih rinci, namun masih dalam skala makro dan teori. Artinya, ia masih sangat perlu dikritik, diberi masukan dan diuji secara empirik.

Penegasan Penggunaan Terminologi
Istilah "pendidikan" digunakan untuk merujuk ke sistem. Sedang istilah "perguruan" digunakan merujuk ke unit sekolah sebagai pelaksana teknis operasional dari sistem dimaksud.




Yang dimaksud dengan sistem di sini adalah, seperti apa yang didefinisikan oleh Adam Smith, "System in many respect, resemble machines. A Machine is a little system, created to perform, as well as to connect together, in reality, those different movements and effects which the artist has occasion for. A system is an imaginary machine, invented to connect together in the fancy those different movements and effects which are already in reality performed." (dikutip kembali oleh Adres Skuinner, Adam Smith, The Wealt of Nations, Book I-III, Penguins Books, 1999:9, first published, 1976). Artinya, sistem dalam banyak hal menyerupai kerja suatu mesin yang menggambarkan kerja sama antara berbagai gerakan yang berbeda ke dalam satu kesatuan gerak. Sistem merupakan suatu khayalan sebuah mesin yang dibayangkan untuk menggambarkan sistem. Pelakunya kemudian menggabungkan gerakan-gerakan tersebut dalam suatu realita.

Definisi tersebut perlu diaplikasikan dalam dunia pendidikan. Maka definisi sistem pendidikan dalam hal ini adalah totalitas interaksi dari seperangkat unsur-unsur pendidikan yang bekerja sama secara terpadu dan saling meelengkapi satu sama lain menuju tercapainya tujuan pendidikan yang telah menjadi cita-cita bersama para pelakunya. Kerjasama antara para pelaku ini didasari, dijiwai, digerakkan, digairahkan dan diarahkan oleh nilai-nilai luhur yang dijunjung bersama. Unsur-unsur sistem pendidikan selain terdiri atas para pelaku yang merup[akan unsur organik, juga terdiri atas unsur-unsur anorganik lainnya, yakni dana, sarana dan alat-alat pendidikan baik perangkat keras maupun lunak. Hubungan antara nilai-nilai dan unsur-unsur dalam satu sistem pendidikan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu dari yang lain, bagaikan gula dengan manisnya. (Mastuhu, INIS, Indonesian, Netherleands Cooperation in Islamic Studies, 1994:6)

Pendidikan tidak dapat bekerja sendiri tanpa kerjasama dengan berbagai disiplin ilmu-ilmu yang lain. Dalam perjalanannya, sebagaimana pembangunan bidang-bidang lain, pembangunan bidang pendidikan juga menghadapi berbagai tekanan dari berbagai kepentingan dan sudut pandang yang berbeda dari banyak pihak.

Ada dua belas butir yang saling terkati dan saling melengkapi dalam membangun SPNV. Berikut ini disampaikan berturut-turut butir-butir teori dimaksud.

LANDASAN FILOSOFIS

Manusia adalah mahluk yang diciptakan-Nya lengkap dengan semua potensi perkembangannya. Manusia mampu berkembang menuju ke semua arah. Jika yang berkembang potensi negatif, manusia akan sejahat setan. Sebaliknya, jika yang berkembang potensi positif, ia akan sesaleh malaikat, bahkan melebihinya karena manusia juga mempunyai potensi kemampuan memilih dan membangun model kehidupan yang diinginkannya. Sedang malaikat tidak memiliki potensi semacam itu, semuanya sudah "terpaket mati" dalam takdir Tuhan.

Meskipun "takdir" manusia juga ditentukan oleh Tuhan, tetapi manusia diberi kesempatan dan kemampuan untuk memilihnya. Manusia baru menerima takdirnya setelah berusaha maksimal mencarinya. Hanya saja, jika "takdir" atau "cita-cita"-nya sudah ditemukan, manusia wajib menekuni, belajar, mengembangkan dan mengamalkan sampai akhir hayatnya.

Ini karena manusia, sebagai salah satu ciptaan Tuhan, tidak akan mampu keluar dari Sunatullah sebagai kebenaran mutlak. Upaya untuk mengaktualisasikan potensi positif dan mengeliminasi potensi negatif manusia dilakukan melalui pendidikan, jangan biarkan mengalir secara alami.

Sunnatullah (hukum alam) ciptaan Tuhan itu sempurna, berjalan pasti, tidak berubah, tidak dapat diubah dan tidak satu mahkluk pun yang mampu menghindar dan menolaknya. Tetapi manusia dapat mengolah atau merekayasa sesuai dengan kebutuhannya. Namun harus diingat bahwa hukum itu tidak statis dan tidak fatalistis, melainkan dinamis dan terus bergerak dalam dinamikanya sendiri.

Meskipun demikian, hal itu tidak berarti manusia tidak memiliki kebebasan mengembangkan jati dirinya. Manusia justru memiliki kebebasan dan peluang alami yang amat luas untuk mencapai cita-citanya. Bahkan dipersilahkan menguji kebenaran sunnatullah tanpa rasa takut. Manusia memang diciptakan untuk membangun kehidupannya sendiri dan menjadi pemimpin di muka bumi ini (khalifah fi al-ardh).

Amanah tersebut hanya diberikan kepada manusia. Seiring dengan itu manusia juga diberi bekal potensi kemampuan (akal) untuk mengemban amanah dimaksud. Hanya saja, pada akhirnya manusia tetap tidak mampu keluar dari sunnatullah. Tuhan Maha Mengetahui segalanya. Dunia diciptakan lengkap dengan potensi kekayaan materi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan manusia, Manusia dipersilahkan menggali, mengolah, memanfaatkan, menjaga dan mengembangkannya. Namun semuanya itu harus dilakukan di jalan Tuhan. Jika tidak, cepat atau lambat hal itu akan menuai konflik dan bahkan kehancuran.

Sekarang tergantung pada usaha manusia sendiri. Tuhan telah menyediakan semuanya bagi manusia dan bagi seluruh makhluk. Dalam bahasa agama "hidup ada di tangan Tuhan, tetapi kehidupan ada di tangan manusia."

Read More..

Globalisasi dan Konspirasi



Globalisasi secara sederhana dapat disebutkan dengan satu kata : "mendunia". Artinya, setiap sistem kehidupan internasional, lintas bangsa, negara, budaya dan agama. implikasi globalisasi sangat luas, memasuki semua aspek kehidupan, baik dalam kelompok sosial, suku, keluarga dan bahkan individu. Mobilitas dan dinamika globalisasi semakin sulit dideteksi, diprediksi serta diantisipasi dengan panca indera. Sejak abad ke-20, yang ditandai dengan robohnya Tembok Berlin pada 1989, dunia benar-benar menjadi "dunia tanpa batas". Hal ini disebabkan oleh kemajuan sains dan teknologi yang terus bergulir, terutama "teknologi informasi".
Globalisasi yang dimaksudkan dalam tulisan ini adalah globalisasi ronde kedua. Globalisasi ronde pertama berlangsung pada era Perang Dingin, 1945 - 1989, setelah tahun 1989 adalah globalisasi ronde kedua.
Ada perbedaan karakteristik penting antara corak kehidupan globalisasi era Perang Dingin (1945-1989) dengan pasca-Perang Dingin. Perbedaan-perbedaan itu semakin kuat dan tajam.


Globalisasi tak pelak lagi memberi peluang dan menyodorkan berbagai fasilitas yang menggoda banyak orang, setidaknya untuk mengadakan kerjasama atau menggalang konspirasi supaya memperoleh keuntungan dan mengembangkan sayap kekuasaannya. Maka tidak berlebihan sekiranya dikatakan bahwa era globalisasi adalah surga bagi yang mampu memanfaatkannya tetapi menjadi neraka bagi mereka yang tidak berdaya.

Istilah "konspirasi" berasal dari kata conspirase yang berarti bernafas bersama. Asalnya hal ini adalah alami, sebab Tuhan menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan. Setiap mahluk memiliki naluri untuk mencari pasangan masing-masing. Mereka bertemu dan berkonspirasi menjadi satu kesatuan baru dan mengembangkan kehidupan baru yang lebih bermaslahat. Misalnya H2 dan O2, yaitu zat hidrogen dan oksigen. Mereka bertemu menjadi H2O yaitu air yang bermanfaat bagi kehidupan, Tidak ada kehidupan tanpa air. Demikian halnya dengan garam yang merupakan senyawa dari NA, yaitu Natrium dan CL2 yaitu Clorida menjadi NACL, Natrium Clorida. Jika mereka sendiri-sendiri menjadi racun. NA dapat menyebabkan darah tinggi, sedangkan CL2 bersifat oksidatif yang dapat membakar jaringan tubuh.

Proses pencarian terhadap pasangan ini mengingatkan kita pada teori Charles Darwin tentang "Seleksi Alam". Maksud teori ini adalah mahluk yang survive dalam mengatasi seleksi alam akan mampu hidup terus. Teori Darwin memang masih menyisakan berbagai pertanyaan dan membutuhkan penyempurnaan. Namun sebagai seorang ilmuwan, ia menolak dengan tegas penyempunaan sulapan - direkayasa secara negatif. Pendapat ini didukung oleh rekan sezamannya yaitu ilmuwan dari Rusia, Pjotr Kropotkin yang melakukan observasi kelahiran makhluk hidup di Serbia dan Mancuria. Ia menemukan bahwa perjuangan mati-hidup berbagai jenis kehidupan tak bisa mengenyampingkan aspek saling bekerja sama dan saling membantu.

Jika kita mengamati proses seleksi alam dalam kehidupan binatang, misalnya sebuah pertanyaan patut dimunculkan: siapa yang paling siap bertahan hidup? Apakah mereka yang selalu berperang satu sama lain, ataukah mereka yang saling menolong? Bila diobservasi dengan jeli, kita akan menemukan kenyataan bahwa binatang yang memiliki kebiasaan saling menolong tak pelak lagi mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan alamnya. Mereka berpeluang lebih besar untuk hidup dan berkembang sesuai dengan tahapan masing-masing jenis dan membawanya ke tingkatan tertinggi perkembangan intelegensi dan organisasi tubuh.

Lyn Margutis, seorang ahli Biologi pada tahun 1960-an membuktikan bahwa mahluk hidup pertama dengan inti sel padat dihasilkan oleh suatu kerjasama antarbakteri dan symbiogenesis. Semula pendapat ini dilecehkan di kalangan ilmuwan, namun kemudian diakui oleh dunia akademis sebagai mesin penggerak evolusi. Teori persekongkolan alam segi tiga RNA (Ribonucliec Acid), DNA (Deoxyribonucleic Acid) dan putih telur tampaknya menjadi dalam dari semua konspirasi alam yang hanya mempunyai satu tujuan, yaitu melahirkan sebanyak mungkin kehidupan di muka bumi.

Untuk tidak menimbulkan kesan kalah, dalam era globalisasi ini berkembang dengan pesat ilmu rekayasa, yaitu ilmu untuk memikirkan dan mengembangkan pasangan-pasangan agar lebih bermanfaat bagi kehidupan. Namun, di satu sisi konspirasi alami yang baik dan benar - ciptaan Tuhan - tersebut direkayasa oleh manusia secara subjektif demi memperoleh keuntungan dan mengukuhkan kekuasaan.

Konspirasi yang paling dahsyat membawa malapetaka bagi kehidupan di era globalisasi dewasa ini adalah konspirasi segi tiga antara World Bank, IMF (International Monetery Fund) - lembaga keuangan PBB- dan WTC (World Trade Centre). Dengan cantik mereka menggalang kerjasama dengan alasan menolong negara-negara berkembang dan negara-negara miskin lainnya agar mau diajak berjalan bersama membangun kehidupan yang maju dan modern. Mereka memeras negara-negara tersebut dan menjadikannya sebagai lembu perah. Mereka menolong negara-negara berkembang dan miskin dengan mengucurkan dana pinjaman untuk pembangunan dengan bunga ringan dan bahkan ada juga yang berupa hibah atau grant dengan syarat-syarat dan aturan yang mereka tetapkan.

Dalam kenyataannya, membangun dengan dana pinjaman menghasilkan pinjaman baru yang lebih besar. Negara-negara debitor semakin tidak mampu membayar hutang. Oleh karenanya, mereka semakin bergantung pada negara-negara kreditor. Dengan kata lain, konspirasi mereka sebenarnya untuk membangun imperium negaranya.




diadopsi dari Sistem Pendidikan Nasional Visinoner, Prof. Dr. M. Mastuhu, M.Ed


Read More..
Menurut Abraham Lincoln, demokrasi adalah pemerintahanyang berasal dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Para pelopor yang telah telah berjasa mengembangkan prinsip-prinsip demokrasi antara lain John Locke (1632 - 1704), Montesquieu (1689 - 1755), dan J.J Rousseau (1712 - 1770) dengan teorinya masing-masing. (Ensiklopedia Umum untuk Pelajar 3) Read More..