Tampilkan postingan dengan label Sistem Informasi Manajemen Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sistem Informasi Manajemen Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Ujian Tengah Semester SIM (Soal 20)

Keberhasilan sistem berbasis komputer sangat ditentukan oleh kualitas pemograman dan integritas data masukan. Diminta:
a. Sebutkan prosedur yang diikuti oleh programmer terkait dalam kegiatan administrasi akademik!

b. Sebutkan pengendalian yang harus dibuat terkait pemasukan data untuk menjamin integritas data!


Jawab

a. Prosedur yang dilakukan oleh programmer dalam kegiatan adminstrasi akademik adalah :
  1. Mendefinisikan Masalah/Defining the problem, Masalah/Probem disini adalah kompenan apa saja yang diperlukan agar program ini jalan dikenal dengan masukan/inputnya apa saja, mendefinisikan apa yang nanti akan dilakukan oleh program dan bagaimana keluaran dari program yang kita harapkan nantinya. Pada tahap ini juga dikenal requirement analisis atau analisa kebutuhan.
  2. Perencanaan/Planning/Desain system, Pada tahap ini adalah medefinisikan langkah-langkah apa saja yang dilakukan oleh program dalam menyelesaikan permasalahan yang ada. Bentuk dari perencanaan itu bisa berupa flowchart ataupun algoritma dari program, sehingga kita akan tahu proses apa saja yang ada dalam program tersebut. semakin detail flowchart atau algoritma yang dibuat semakin mudah juga pada tahap implementasi/coding nantinya.Flowchart adalah suatu diagram menggunakan simbol-simbol khusus yang sudah menjadi standard internasional yang berisi langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu masalah. sedangkan algoritma bukan merupakan simbol tapi keterangan-keterangan yang sesuai dengan keinginan kita, tidak ada standarnya. Oleh karena itu flowchart biasa juga disebut sebagai algoritma dalam bentuk simbol-simbol khusus yang dihubungkan dengan anak panah. Membuat flowchart terlebih dahulu akan lebih menghemat waktu daripada langsung melakukan coding sambil mencoba-coba. Kegiatan mencoba-coba akan menghabiskan waktu ketika implementasi/koding karena harus merubah koding yang lumayan banyak. Karena itu, biasakan membuat flowchart terlebih dahulu sebelum memecahkan suatu masalah.
  3. Implementasi/Koding/Programming, Kini saatnya anda menulis program, tahap ini juga mencakup tahap perbaikan error dan testing. Menulis program dengan terstruktur dan sesuai dengan flowchart yang telah kita buat.
  4. Dokumentasi/Documentation, Setelah tahap coding selesai, sangat disarankan bagi anda untuk membuat semacam dokumentasi. Tambahkan komentar-komentar pada program anda dan “bukukan” program yang akan anda buat. Hal ini akan bermanfaat jika anda sudah membuat program yang begitu banyak, dan suatu ketika nanti (mungkin bertahun-tahun kemudian) anda ingin mengambil sebagian dari code program anda yang lama untuk disisipkan pada program anda yang baru. Bayangkan jika anda tidak membuat dokumentasi, waktu anda akan sangat terbuang dengan menelusuri program-program lama anda satu-persatu.
  5. Testing
  • Unit Testing, menguji setiap unit dan modul yang terdapat dalam program tersebut
  • Integration Testing, menguji integrasi yang dilakukan kepada program seperti halnya ketika program tersebut sudah diinstall di client kita yang membutuhkan integrasi dengan sistem yang lain seperti halnya integrasi dengan database.
  • Validation Testing, menguji masukan yang diberikan kepada program. apapun masukannya program harus bisa menyelesaikan dengan baik.
  • Sistem Testing, pada tahap ini menguji permorfa dari program, apabila program dijalankan dengan kondisi-kondisi tertentu bagaimana?

6. Operasional dan Maintenance
Pada tahap ini sebenarnya bagaimana program yang telah kita buat dan testing ini bekerja sebagaimana mestinya, update program, menyelesaikan bug yang tidak ditemukan pada saat testing, serta pengembangan yang dapat dilakukan dengan program tersebut.


b. Pengendalian Input Data 
Pengendalian input data terjadi bila:
  • Data transaksi yang ditulis oleh pelaku transaksi salah (error)
  • Kesalahan pengisian dengan kesengajaan disalahkan
  • Penulisan tidak jelas sehingga dibaca salah oleh orang lain

Pengendalian input dalam system batch dilakukan pada tahap:
  • Data Capturing
  • Batch Data Preparation
  • Batch Data Entry
  • Validation

On-line Real time Entry Validation
Cara pemrosesan data input yang lain yang lebih lazim pada saat ini adalah dengan on-line transaction processing system. Pada sistem tersebut data masukan dientri dengan workstation/terminal atau jenis input device yang seperti automatic teller machine (ATM) dan point of slaes (POS).
Pengendalian input dalam sistem on-line real time dilakukan pada tahap:
  • Entry Data & Validation
  • Pada batch processing system lazimnya entri data dilakukan petugas data entry (petugas teknis unit komputer), sedangkan dalam sistem on-line realtime lazimnya entri data oleh pemakai langsung (misalnya para pelanggan atau nasabah bank)

Sudah jelas bahwa resiko pada sistem on-line real-time makin tinggi, karena:
  • Entry point, lokasi masuknya data input ke sistem komputer tersebar.
  • Hubungan on-line menyangkut komunikasi antar mesin secara remote yang terhubung melalui sarana dan teknologi komunikasi, jadi makin kompleks dan canggih.
  • Dalam sistem real-time, artinya status data pada file tidak statis, tetapi selalu dinamis bergerak secara terus menerus.
  • Kalau terjadi gangguan, misalnya listrik atau saluran komunikasi, mungkin akan ada problem recovery point, di mana starting point?
  • Dengan sistem paperless maka problem jejak audit dan kebutuhan bahan bukti tercetak menjadi kendala tersendiri.
  • Pada umumnya perusahaan sekarang ini menggunakan jaringan public karena biaya yang lebih murah dan alasan keterbukaan akses ke pasar, vendor, patners, dan lingkungan perusahaan lain (entity’s environment). Konsekuensi dari hal tersebut adalah tingkat keamanan sistem dan data.


Pengendalian Bersifat Prevention Objective
Contoh pengendalian yang bersifat preventif misalnya ialah siapkan manual (buku pedoman kerja/prosedur tertulis) untuk cara-cara memasukkan data ke file komputer. Cara lain ialah perlunya pelatihan bagi para pengguna atau operatornya. Letak/lingkungan/ bentuk layar perekaman yang baik juga merupakan faktor-faktor yang menentukan kenyaman perekaman data. Makin nyaman diharapkan tingkat kesalahan yang disebabkan oleh kejenuhan dan kelelahan akan makin kecil. Pengendalian lainnya ialah pembatasan access secara fisik (contoh ruang ATM), adanya aturan otorisasi (contohnya adanya PIN), identifikasi terminal dan operatornya (password tertentu), proteksi dari fragmentasi.

Pengendalian Bersifat Detection Objective
Contoh pengendalian intern yang bersifat detection objective misalnya ialah validasi kesesuaian kode/ identitas./ PIN/ Account-ID antara yang dientri dengan yang ada di file komputer, validasi atas field tertentu, misalnya tanggal (Februari tidak mengenal tanggal 30 atau 31, dan sebagainya), pengujian kelasifikasi/ validitas kode, permintaan komputer di layar agar pemakai merekam identitas 2x atau diminta tanggal lahir. Jenis pengujian lain misalnya cek karakter yang sahih/ uji field (numeric test), Limit test (misalnya umur tidak boleh melebihi 35 tahun), Check digit test, Data echo check test. Check-digit ialah suatu angka tambahan yang diletakkan pada deretan terakhir dari suatu kode yang dihitung dengan rumusan/formulasi angka tertentu. Contohnya Nomor Induk Mahasiswa (NIM), aslinya adalah : 12345. Misalnya kita menggunakan rumus (1+2+3+4+5) – 11= 4., berarti check-digitnya adalah 4, sehingga dengan demikian NIM barunya menjadi 123454. Sudah tentu rumus tersebut tidak dibuat sembarangan, melainkan hasil pengkajian. Sekarang ini sudah terdapat rumus-rumus, yang disebut modulus 10, modulus 11, yang dipersiapkan oleh ahli-ahli tertentu dengan tingkat akurasi yang sudah diuji. 

Pengendalian Bersifat Correction Objective
Dalam pengendalian intern yang bersifat correction objective perlu disusun prosedur pembetulan data apabila ternyata terdapat data salah yang lolos ke sistem. Lazimnya terdapat dua prosedur yang berkaitan dengan hal ini, yaitu: 
  • Bila kesalahan adalah Keying Error, cara pelaksanaan pembetulan ialah dengan merekam ulang (pembetulan data). 
  • Bila Source Error, artinya kesalahan bukan di pihak sistem pengolahan data, melainkan dari sumbernya. Cara pembetulannya apabila terjadi kesalahan semacam itu maka harus diklarifikasi kepada asal datanya.

Allahu 'alam bishawab
Read More..

Ujian Tengah Semester SIM (Soal 19)

Jelaskan dan berikan contoh istilah berikut ini:
a. Computer-aided software engineering (CASE)
b. Critical succes factor
c. Custover
d. Integrated test facillity (ITF)
e. Model REA (resources, events, and agents)



Jawaban
a. Computer Aided Software Engineering disingkat dengan CASE
Software dibidang teknik untuk mempercepat perancangan dan implementasi, yang merupakan komputer pribadi berbasis sofware yang menyediakan suatu struktur bagi proses pengembangan yang menjamin tingkat akurasi dan konsistensi. Sebagian perusahaan melaporkan perolehan produktivitas yang besar dari CASE, tetapi belum ada bukti yang menunjukkan bahwa tool ini menyelesaikan persoalan terutama aplikasi skala besar baik dalam anggaran, kompleksitas team untuk pengerjaannya, yang berjalan tanpa kesalahan.

b. Critical Success Factor
Adalah salah satu kegiatan perusahaan yang berpengaruh kuat pada kemampuan perusahaan mencapai tujuannya. Perusahaan biasanya memiliki beberapa CSF. Pada industri mobil, CSF dapat diidentifikasi dari gaya penjualan, jaringan dealer, layanan purna jual maupun pengendalian biaya manufaktur yang ketat. Sistem informasi memungkinkan manajer mengikuti CSF dengan melaporkan informasi tentang CSF. Dalam salah satu artikel yg ditulis oleh Anne Parr dan Graeme Shanks di Jurnal of Information Technology (2000) 15 . Didalam jurnal tersebut point - point Critical Success Factor (CSF) untuk implementasi ERP adalah :
  1. Management support, dukungan dan komitmen dari top management sangat di butuhkan dari sebelum project dimulai sampai setelah project selesai atau sudah
  2. Keterlibatan orang - orang yg berkompeten dalam bidang nya secara full time .Kenapa harus full time yaitu agar lebih fokus.
  3. Diberikan wewenang untuk memberikan keputusan, wewenang disini berarti di berikan nya delegasi untuk dapat memutuskan sehingga keputusan yang akan lebih cepat tapi harus dilakukan oleh orang yang kompeten.
  4. Delivered date, Jadwal yang realisitis dan tetap harus selalu di monitor perkembangan dan kemajuannya
  5. Champion, agen perubahan dimana selalu ber ' promosi ' mengenai sistem yang baru dan bertugas untuk sebagai 'pendengar' sehingga menjadi koreksi dalam implementasi.
  6. Vanila ERP, istilah saja agar implementasi ERP hanya melakukan sedikit Customize. kenapa sedikit karena untuk memudahkan upgarade software.
  7. Ruang lingkup yang tidak terlalu besar, sangat baik dilakukan dengan ruang lingkup yg tidak terlalu besar dahulu agar lebih effektif & effisien . Hindari "Big Bang" project
  8. Definisi tujuan dan ruang lingkup, ini salah satu terpenting karena Steering Committee mendefinisikan tujuan & ruang lingkup yang jelas. ini sebenar nya merupakan inti dari mau kemana kita nanti nya. ini semua harus benar - benar di pahami oleh seluruh anggota project. Apabila gagal mendifinisikan secara benar maka biasa nya project akan menjadi terlambat dan akhir nya ujung - ujung nya cost nya juga naik
  9. Komposisi team yang seimbang, komposisi yang seimbang dari bisnis analis, technical expert dan user yang ikut dalam implementasi dari internal dan external perusahaan
  10. Commitment to change, ketekunan dan ketabahan dalam menghadapi masalah yang terjadi selama implementasi.

c. Cutover
Proses menghentikan penggunaan sistem lama dan memulai menggunakan sistem baru disebut cutover. Ketika seluruh pekerjaan pengembangan hampir selesai , tim proyek merekomendasikan kepada manajer agar dilaksanakan cutover (dalam memo atau laporan lisan)

d. Integrated Test Facility (ITF)
Dikenal juga sebagai teknik perusahaan mini adalah perluasan teknik data uji. Teknik ini melibatkan pemasukan data terpadu; yaitu transaksi uji dimasukkan ke dalam system pemrosesan computer bersamaan dengan transaksi hidu. Karena data ini diproses dengan program yang sama, maka transaksi uji mengalami langkah pemrosesan yang sama seperti transaksi hidup. Akan tetapi, transaksi uji diidentifikasikan pada program dengan suatu kode, sehingga hasil pemrosesannya disimpan dalam suatu fasilitas pengujian khusus. Fasilitas pengujian yang ditetapkan oleh auditor terdiri dari file-file berskala kecil. Setiap file terdiri-dari record beberapa pelanggan, pemasok, produk atau kesatuan fiktif lain yang terlibat dalam beberapa aplikasi. 
Singkatnya ITF Adalah suatu pendekatan teknik terotomatisasi yang memungkinkan auditor menguji alur logika dan kendali suatu aplikasi pada saat operasi normal berlangsung.

e. Model REA (Resources, Events and Agents)
Menurut Cushing dan kawan kawan REA data model merupakan pengembangan secara eksplisit yang digunakan dalam merancang database system informasi akuntansi. Dalam bahasa aslinya “REA data modeling was developed explicitly for use in designing AIS data bases” (Cushing, 1997:170).
REA terdiri dari Resources, Events dan Agents. Resources merupakan obyek yang memiliki nilai ekonomi bagi organiasi; seperti kas, persediaan, perlengkapan, peralatan dan lain-lain. Events merupakan kejadian yang terjadi selama aktifitas bisnis organisasi dijalankan, seperti penjualan, penerimaan kas dll. Sedangkan agents adalah sekelompok orang yang ikut berperan dalam percaturan bisnis organisasi yang dapat mempengaruhi perencanaan, pengendalian dan pengevaluasian kinerja perusahaan seperti karyawan, pelanggan/pembeli dan lain-lain. 

Allahu 'alam bishawab,.,.,.,.

Read More..

Ujian Tengah Semester SIM (Soal 18)

Salah satu contoh penerapan program MSIP (Manajemen Sistem Informasi Sekolah) di sekolah adalah e-learning. Buatlah contoh sederhana penerapan program e-learning di sekolah dalam bidang:
a. Pembelajaran berpusat pada siswa student centered learning atau SCL
b. Pengembangan Perpustakaan Digital (digital library)
c. Pengembangan sumber saya Guru dan Pegawai



Jawaban
a. Student Centered Learning (SCL)
Student Centered Learning (SCL) merupakan metode pembelajaran dengan karakteristik berpusat pada siswa. Metode ini memberikan otonomi dan pembelajaran yang lebih baik pada siswa. Pada SCL, siswa ikut serta dalam menentukan input materi, metode serta waktu pembelajaran dengan disetujui oleh administrator. Guru berperan sebagai penunjang dan dapat menerima kritik/saran dari para siswanya.
Metode yang dipakai di Indonesia cenderung Teacher Centered Learning (TCL) yang bersifat satu arah. Untuk menerapkan SCL (di Indonesia), perlu diperhatikan hal-hal berikut:
  • komitmen dari semua pihak, termasuk Depdiknas.
  • Pelatihan bagi para pengajar.
  • sosialisasi untuk menyamakan visi tentang SCL dan menerima input dari masyarakat penyusunan materi, misalnya lewat seminar, role play, debat, dll. Materi harus disesuaikan dengan kondisi yang ada, agar penyampaiannya efektif.
  • uji coba menyangkut pengajar, siswa, materi dan metode penyampaian implementasi

SCL selalu mempunyai hal-hal di bawah ini:
  • sosialisasi materi.
  • Assment (siswa bisa mengukur sendiri tingkat kemampuannya).
  • interaksi antar siswa.
  • strategi
  • penyampaian. 
  • orientasi motivasi siswa.
  • pengawasan berkala.

Contoh Pembelajaran Student Centred Learning
Seorang guru memberikan pembelajaran tatap muka ditambah dengan menggunakan web blog (wordprees, blogspot dll) sebagai salah satu media pembelajaran. Siswa diminta menuliskan hasil refleksi mingguan, hasil kajian, dan lainnya dengan gaya bahasa masing-masing kedalam blog tersebut baik berupa tugas individu maupun kelompok. Setiap individu atau kelompok diwajibkan memberikan komentar mengenai materi yang dijelaskan oleh guru atau materi yang ditulis oleh individu atau kelompok lainnya. Guru juga dapat melayani komunikasi secara online “yahoo messenger”. Kapan saja dan dimana saja siswa boleh berdiskusi tentang pembelajaran dengan guru melalui chatting. Sewaktu-waktu guru membuka telekonferensi melalui yahoo massanger untuk membicarakan topik pelajaran yang tidak sempat dibahas dalam tatap muka. Bahkan secara offline guru juga dapat menerima dan mengirim informasi melalui email dan mengirim informasi atau tugas secara serentak melalui milinglist (yahoogroups). 
Lalu bagaimana dengan SCL untuk mahasiswa? SCL dapat dinikmati oleh mahasiswa lewat e-learning yang dapat diakses di mana saja dan kapan saja. Beberapa cara penerapan e-learning seperti di bawah ini:
  • Dosen sebagai penunjang. 
  • Mahasiswa dapat bertanya jika perlu lewat media internet
  • Fasilitas pemberian kritik/saran.
  • Mahasiswa dapat merumuskan materi sendiri sepanjang sesuai dengan silabus yang telah ditetapkan sebelumnya. 
  • Website e-learning harus dapat diakses di mana saja dan kapan saja.
  • Mahasiswa dapat mengukur kemampuannya sendiri.
  • Adanya forum diskusi bagi mahasiswa siswa dapat menambah materi dengan mendapat persetujuan admin
  • Penerapan SCL mungkin lebih cocok diterapkan di tempat-tempat kursus yang siswa-siswanya memang memiliki minat pada bidang yang dikursuskan.

b. Pengembangan Perpustakaan Digital (Digital Library)
Sistem informasi manajemen (SIM) perpustakaan merupakan pengintegrasian antara bidang pekerjaan administrasi, pengadaan, inventarisasi, katalogisasi, pengolahan, sirkulasi, statistik, pengelolaan anggota perpustakaan, dan lain-lain. Sistem ini sering dikenal juga dengan sebutan sistem otomasi perpustakaan.
Saat ini hampir semua perpustakaan di Indonesia telah menerapkan apa yang disebut dengan sistem otomasi perpustakaan. Perpustakaan digital adalah sebuah sistem yang terdiri dari perangkat hardware dan software, koleksi elektronik, staf pengelola, pengguna, organisasi, mekanisme kerja, serta layanan dengan memanfaatkan berbagai jenis teknologi informasi. Pengembangan perpustakaan digital bagi tenaga pengelola perpustakaan lebih efektif dan efisien. Fungsi sistem otomasi perpustakaan lebih menitikberatkan pada bagaimana mengontrol sistem administrasi layanan secara otomatis/terkomputerisasi. Sedangkan bagi pengguna perpustakaan dapat membantu mencari sumber-sumber informasi yang diinginkan dengan menggunakan catalog on-line yang dapat diakses melalui intranet maupun internet, sehingga pencarian informasi dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun ia berada.
Salah satu konsep/bentuk pengembangan perpustakaan digital (digital Library) adalah :
  • Penerapan teknologi informasi digunakan sebagai sistem informasi manajemen perpustakaan. Bidang pekerjaan yang diintegrasikan dengan sistem tersebut adalah pengadaan, inventarisasi, katalogisasi, sirkulasi bahan pustaka, pengelolaan anggota, statistik dan lain sebagainya. Fungsi ini sering diistilahkan sebagai bentuk automasi perpustakaan.
  • Penerapan teknologi informasi sebagai sarana untuk menyimpan, mendapatkan dan menyebarluaskan informasi ilmu pengetahuan dalam format digital. Cakupannnya antara lain : Pengadaan koleksi, katalogisasi, inventarisasi, sirkulasi, reserve, inter-library loan
  • Pengelolaan penerbitan berkala
  • Penyadiaan penerbitan berkala
  • Penyediaan katalog (OPAC) dan
  • Pengelolaan anggota
Penyedia teknologi informasi yang digunakan dalam layanan informasi referensi dikembangkan dengan menyediakan koleksi dalam bentuk digital yang dikemas dalam bentuk CD-ROM dan akses informasi ke jaringan luar (LAN, WAN, dan Internet).

c. Contoh penerapan program e-learning dalam hal pengembangan sumber daya guru dan pegawai
Kepala sekolah harus membekali guru dan pegawai dengan pengetahuan dan ketrampilan tentang media elektronik atau sistem informasi yang memadai. Penguasaan pengoperasian komputer, power point, infokus. Penguasaan penggunaan e-mail, blogger, internet dan lain-lain.
Hal tersebut dimaksudkan untuk menunjang tugas-tugas rutin sehari-hari bagi seorang guru. Mendapatkan bahan ajar, menyajikan, dan mengevaluasi, serta mengolahnya secara professional dan bermakna. Bagi seorang pegawai/karyawan hal tersebut di atas akan memudahkan pengolahan data, yang setiap saat selalu dibutuhkan bagi intern sekolah maupun bagi ekstern sekolah.

Allahu 'alam bishawab,.,.,.
Read More..

Ujian Tengah Semester SIM (Soal 17)

Apakah subsistem bauran terintegrasi (integrated mix subsystem) pemasaran dapat diterapkan dalam bidang pendidikan? Gambarkan dan uraikan bauran terintegrasi pemasaran dalam bidang pendidikan (jika perlu tambahkan modifikasi seperlunya).


Jawaban
Subsistem baruran terintegrasi (integrated mix subsystem) mendukung manajer saat unsur-unsur bauran pemasaran dikombinasikan untuk membentuk strategi tertentu. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memproyeksikan berbagai kemungkinan hasil dari berbagai kombinasi. 
Subsistem bauran terintegrasi dapat diterapkan dalam bidang pendidikan karena Jika didefiniskan dalam arti yang luas, sistem informasi pemasaran adalah kegiatan peseorangan dan organisasi yang memudahkan dan mempercepat hubungan pertukaran yang memuaskan dalam lingkungan yang dinamis melalui penciptaan pendistribusian promosi dan penentuan harga barang jasa dan gagasan. Sistem informasi pemasaran selalu digunakan oleh bagian pemasaran dalam sebuah perusahaan untuk memasarkan produk-produk perusahaan tersebut. Sistem informasi ini merupakan gabungan dari keputusan yg berkaitan dengan:
  • Produk, apa yang dibeli pelanggan untuk memuaskan kebutuhannya
  • Promosi, semua cara yang dilakukan untuk meningkatkan penjualan
  • Place, cara mendistribusikan produk secara fisik kepada pelanggan
  • Price, semua elemen yang berhubungan dengan apa yang dibayar oleh pelanggan

Bauran Pemasaran dalam Bidang Pendidikan 
Perencanaan strategi suatu pusat informasi meliputi dan mencakup keseluruhan visi dan misi dan sasaran pusat informasi yang bersangkutan. Di dalam setiap unit organisasi, pemasaran memainkan peranan yang penting dalam mendukung pencapaian keseluruhan untuk mempertemukan kemampuan pusat informasi dengan setiap peluang dan kesempatan yang baik.
Proses manajemen pemasaran dapat dikelompokan dalam beberapa kategori salah satunya adalah pengembangan bauran pemasaran. Bauran pemasaran menurut Warren Keegan (1992) adalah “The marketing mix is simply the set of tools and techniques used by organization to market its products at a profit”. Dengan kata lain bauran pemasaran adalah seperangkat alat dan teknik yang digunakan aoleh organsasi dalam rangka memasarkan produk-produknya untuk mendapatkan suatu keuntungan.
Bauran pemasaran adalah suatu set variabel pemasaran yang bisa dikendalikan, berpadu secara kuat untuk menghasilkan reaksi yang diinginkan oleh target pasar. Variabel pemasaran untuk pusat informasi dan perpustakaan dapat digolongkan ke dalam 4 grup variabel yang menurut Kotler dikenal dengan 4C yaitu; client, cost, convenience, dan communication.

Bauran terintegrasi pemasaran dalam bidang pendidikan 



Gambar . Konsep Pemikiran Pengelolaan Pemasaran Sekolah

Langkah-langkah kegiatan dalam mengelola pemasaran sekolah yaitu:
  1. Identifikasi Pasar, Tahapan pertama dalam pemasaran sekolah adalah mengidentifikasi dan menganalisis pasar. Dalam tahapan ini perlu dilakukan suatu penelitian/ riset pasar untuk mengetahui kondisi dan ekspektasi pasar termasuk atribut-atribut pendidikan yang menjadi kepentingan konsumen pendidikan. Termasuk dalam tahapan ini adalah pemetan dari sekolah lain.
  2. Segmentasi Pasar dan Positioning, Penentuan target pasar merupakan langkah selanjutnya dalam pengelolaan masalah pemasaran sekolah. Dalam pasar yang sangat beragam karakternya, perlu ditentukan atribut-atribut apa yang menjadi kepentingan utama bagi pengguna pedidikan. Secara umum pasar dapat dipilah berdasarkan karakteristik demografi, geografi, psikografi maupun perilaku. Dengan demikian sekolah akan lebih mudah menentukan strategi pemasaran sehubungan dengan karakteristik dan kebutuhan pasar. Setelah kita mengetahui karakter pasar, maka kita akan menentukan bagian pasar mana yang akan kita layani. Tentunya secara ekonomis, melayani pasar yang besar akan membawa sekolah masuk ke dalam skala operasi yang baik.
  3. Diferensiasi Produk, Melakukan diferensiasi merupakan cara yang efektif dalam mencari perhatian pasar. Dari banyaknya sekolah yang ada, orangtua siswa akan kesulitan untuk memilih sekolah anaknya dikarenakan atribut-atribut kepentingan antar sekolah semakin standar. Sekolah hendaknya dapat memberikan tekanan yang berbeda dari sekolah lainnya dalam bentuk-bentuk kemasan yang menarik seperti logo dan slogan. Fasilitas internet mungkin akan menjadi standar, namun jaminan internet yang aman dan bersih akan menarik perhatian orangtua . Melakukan pembedaan secara mudah dan baik, seperti pemakaian seragam yang menarik, gedung sekolah yang bersih atau stiker sekolah.
  4. Komunikasi pemasaran, Akhirnya pengelola sekolah hendaknya dapat mengkomunikasikan pesan-pesan pemasaran sekolah yang diharapkan pasar. Sekolah sebagai lembaga ilmiah akan lebih elegan apabila bentuk-bentuk komunikasi disajikan dalam bentuk/format ilmiah, seperti menyelenggarakan kompetisi bidang studi, forum ilmiah/seminar dan yang paling efektif adalah publikasi prestasi oleh media independen seperti berita dalam media massa. Komunikasi yang sengaja dilakukan sekolah dalam bentuk promosi atau bahkan iklan sekalipun perlu menjadi pertimbangan. Bentuk dan materi pesan agar dapat dikemas secara elegan namun menarik perhatian agar sekolah tetap dalam imej sekolah sebagai pembentuk karakter dan nilai yang baik. Publikasi yang sering terlupakan namun memiliki pengaruh yang kuat adalah promosi “mouth to mouth”. Alumni yang sukses dapat membagi pengalaman (testimony) atau bukti keberhasilan sekolah.

Allahu 'alam bishawab,.,.,.,

Read More..

Ujian Tengah Semester SIM (Soal 16)

Seorang bendahara perusahaan menerima laporan anggaran kas sekali setahun yang berkaitan dengan anggaran kas perusahaan. Laporan ini memperlihatkan proyeksi arus kas masuk dan arus kas keluar. Setiap kekurangan kas dicatat sehingga rencana memperoleh pinjaman dapat dibuat dimuka. Tunjukkan kesalahan-kesalahan atas kasus tersebut!


Jawaban
Kesalahan yang dapat diidentifikasi adalah :
• Keterlambatan penyampaian bukti transaksi anggaran oleh Penanggungjawab Anggaran;
• Kesalahan perhitungan matematis;
• Kesalahan dalam penerapan standar dan kebijakan akuntansi;
• Kesalahan interpretasi fakta;

Allahu 'alam bishawab.....
Read More..

Ujian Tengah Semester SIM (Soal 15)

Di dalam pengembangan sistem jika tidak dicermati akan menimbulkan eksposur. Jelaskan eksposur yang terjadi dalam pengembangan sistem dan teknik pengendaliannya? 


Jawaban
Eksposur adalah dampak keuangan potensial yang berlipat ganda karena adanya perbedaan antara kenyataan dengan harapan. Eksposur yang sering terjadi dalam pengembangan system diantaranya adalah :
1. Biaya yang terlalu tinggi; harga yang dibayarkan untuk pembeligan barang yang digunakan bisa saja terlalu mahal
2. Pendapatan yang cacat; biaya terutang tidak tertagih, barang yang dikirim ke pelanggan tetapi tidak tercatat sehingga tidak dapat ditagih
3. Kerugian akibat kehilangan aktiva; aktiva dapat hilang akibat pencurian, tindakan kekerasan atau bencana alam, kerusakan ataupun salah penempatan
4. Akuntasi yang tidak akurat; kesalahan penilaian transaksi, kesalahan waktu pencatatan ataupun kesalahan klasifikasi transaksi
5. Interupsi bisnis; penghentian sementara suatu operasi bisnis, penghentian permanen atas operasi suatu bisnis ataupun penutupan usaha

Banyak aspek dari pemrosesan komputer yang cenderung meningkatkan eksposur organisasi terhadap peristiwa-peristiwa yang tidak diinginkan. Pemrosesan data secara mekanis, penyimpanan data secara mekanis, dan kompleksitas pemrosesan merupakan aspek pemrosesan komputer yang dapat meningkatkan risiko atau potensi kerugian akibat eksposur yang dihadapi organisasi, tidak peduli apakah pemrosesan komputer digunakan di perusahaan ataupun tidak. Oleh karena itu perlu dikendalikan sehingga tidak menghambat jalannya organisasi. Teknik pengendalian diantaranya adalah :
1. Mengontrol distribusi barang atau jasa ke entitas lain dan penagihan atas pembayaran yang terkait dengan distribusi barang dan jasa tersebut.
2. Mengontrol akuisisi barang dan jasa dari entitas lain dan pelunasan kewajiban terkait dengan akusisi tersebut.
3. Mengontrol transformasi bahan baku menjadi barang dan jasa
4. Mengontrol kejadian yang terkait dengan akuisisi dan pengelolan dana dan modal
5. Mengontrol sumber daya manusia dan prosedur

Allahu 'alam bishawab......
Read More..

Ujian Tengah Semester SIM (Soal 14)

Sistem operasi merupakan program kontrol yang dimiliki oleh komputer. Uraikan alasan dan jelaskan tujuan dari pengendalian sistem operasi? Jelaskan! 


Jawaban 
Sistem Operasi atau OS adalah singkatan dari Operating System atau dalam Bahasa Indonesia bisa diartikan dengan Sistem Operasi. OS merupakan program yang paling penting yang berjalan pada komputer. Sistem Operasi disebut juga Platform Software yang terdiri dari program utama dan program Low-Level yang mengatur operasi dasar komputer. Kumpulan program ini menyediakan layanan kontrol terhadap sumber daya komputer. Secara khusus, sistem operasi menangani kontrol dan penggunaan sumber daya perangkat keras, seperi disc-room, memory, processor, dan perangkat tambahan lain, seperti mouse, printer, dan lain-lain. Sistem Operasi melakukan tugas seperti mengenali input dari keyboard, mengirimkan output ke layar monitor, melacak file dan mengendalikan perangkat perangkat yang berhubungan dengan komputer.

Secara lebih detail, fungsi-fungsi dari OS meliputi:
  1. Pengaturan Processor, yaitu mengatur processor untuk dapat dijalankan oleh sistem komputer.
  2. Pengaturan Memori, yaitu mengatur pembagian dan mengirimkan instruksi dari memori utama dan tempat penyimpanan lain ke sistem komputer.
  3. Pengaturan Input/Output, yaitu koordinasi dan penugasan dari berbagai perangkatinput/output ketika satu atau lebih program sedang dieksekusi atau dijalankan.
  4. Pengaturan File, yaitu mengatur penyimpanan file dari berbagai tempat ke perangkat penyimpanan lainnya. Juga memungkinkan semua file dapat dengan mudah diubah dan dimodifikasi dengan menggunakan text editor atau dengan lainnya.
  5. Menjalankan sistem prioritas, yaitu menentukan urutan pekerjaan yang harus dilaksanakan dalam sistem komputer, mulai dari yang paling utama, lalu yang kedua, dan seterusnya.
  6. Interpretasi atau penerjemahan perintah-perintah dan instruksi-instruksi.
  7. Sebagai fasilitas komunikasi yang mudah antara sistem komputer dan komputer operator (manusia).
  8. Bertanggung jawab atas keamanan data dan integritas.

Secara garis besar, fungsi utama dari sistem operasi adalah sebagai suatu sistem yang digunakan untuk mengarahkan dan mengatur kinerja dari sebuah komputer, menyelesaikan berbagai masalah-masalah dalam komputer, dan menjaga bagian-bagian dari sistem agar tetap aman. Selain itu, OS juga menentukan program mana yang akan digunakan dalam mengerjakan tugas-tugas, terutama yang berkaitan dengan pengenalan terhadap komponen-komponen sistem komputer.


Tujuan Pengendalian Sistem Operasi
  1. Mencegah akses oleh pengguna atau aplikasi yang dapat mengakibatkan penggunaan tak terkendali ataupun merugikan sistem operasi atau arsip data.
  2. Mengendalikan pengguna yang satu dari pengguna lainnya agar seorang pengguna tidak dapat menghancurkan atau mengkorupsi program atau data pengguna lainnya.
  3. Mencegah arsip-arsip atau program seorang pengguna dirusak oleh program lainnya yang digunakan oleh pengguna yang sama.
  4. Mencegah system operasi dari bencana yang disebabkan oleh kejadian eksternal, seperti kerusakan pada pembangkit listrik. Juga agar system dapat memulihkannya kembali jika hal itu terjadi.

Allahu 'alam bishawab,.,.,.,

Read More..

Ujian Tengah Semester SIM (Soal 13)

Langkah terakhir dalam pengembangan sistem adalah penerapan sistem. Berikan daftar pertanyaan terkait penerapan sistem (terkait dengan fitur sistem)? Jelaskan!

Jawaban 
Daftar Pertanyaan terkait dengan penerapan sistem diantaranya adalah :
  • Pertanyaan tentang informasi, fasilitas untuk publikasi informasi/berita tentang lembaga pendidikan
  • Pertanyaan tentang artikel, fasilitas untuk publikasi karya-karya ilmiah civitas atau pihak lain yang ingin mempublikasikan artikelnya di situs lembaga pendidikan
  • Pertanyaan tentang Agenda acara, untuk menampilkan jadwal acara yang akan dilakukan oleh civitas akademik
  • Pertanyaan tentang galeri, untuk mempublikasikan foto-foto kegiatan civitas akademik
  • Pertanyaan tentang akademik, untuk menampilkan kurikulum yang digunakan, data-data siswa, alumni serta profil guru atau dosen yang mengajar
  • Pertanyaan tentang database, untuk menampilkan pendaftaran mahasiswa baru, skripsi yang dihasilkan serta registrasi mahasiswa lama
  • Pertanyaan tentang e-learning.

Allahu 'alam biswahab,.,.,.,.
Read More..

Ujian Tengah Semester SIM (Soal 12)

Output merupakan informasi yang dihasilkan oleh sistem untuk mendukung pekerjaan dan keputusan-keputusan pemakai. Uraikan contoh output dari sistem pelaporan manajemen dalam bidang pendidikan? Jelaskan!

Jawaban
Tujuan utama dari sistem pelaporan manajemen adalah menyampaikan laporan periodik yang diperlukan dalam pengambilan keputusan oleh manajer. Tiga macam informasi yang diperlukan oleh pengambilan keputusan antara lain : 
1. Informasi-informasi yang diperlukan untuk mengendalikan penggunaan sumber-sumber 
2. laporan-laporan yang berhubungan dengan keefktifan pencapaian tujuan sebagai fungsi dari penggunaan sumber-sumber 
3. laporan-laporan yang berhubungan dengan efesiensi dari operasi dan pengelolaan sumber-sumber 

Struktur dari manajemen sistem pelaporan akan mengikuti struktur dari proses manajemen, dan tingkat detail laporan tergantung pada tingkat delegasi wewenang dan tanggungjawab. Contoh output sistem pelaporan manajemen pendidikan diantaranya adalah laporan perkembangan siswa, laporan keuangan, laporan kehadiran guru dll.

Allahu 'alam bishawab,.,.,.,
Read More..

Ujian Tengah Semester SIM (Soal 11)

Kebanyakan perusahaan melakukan perencanaan sistem dengan sering membentuk sebuah komite pengawas (steering commitee) untuk memberikan petunjuk dan mengkaji status proyek sistem? Jelaskan tugas dari seorang komite pengawas terhadap pengembangan sistem?

Jawaban
Banyak perusahaan membuat suatu komite khusus, di bawah tingkat komite eksekutif, yang bertanggung jawab atas pengawasan seluruh proyek sistem. Jika tujuan komiter tersebut adalah memberikan petunjuk, pengarahan dan pengendalian yang berkesinambungan, dalam rangka penggunaan sumber daya komputer perusahaan maka komite tersebut dinamakan Komite Pengarah SIM.
Komite Pengarah SIM melaksanakan tiga fungsi utama, yaitu :
• menetapkan kebijakan
• menjadi pengendali keuangan
• menyelasaikan pertentangan

Keuntungan yang dicapai :
• semakin besar kemungkinan komputer akan digunakan untuk mendukung pemakai di seluruh perusahaan.
• Semakin besar kemungkinan proyek-proyek komputer akan mempunyai perencanaan dan pengendalian yang baik.

Dalam pendidikan, maka tugas pengawas dibebankan kepada Kepala Sekolah atau Pengawas Sekolah/Penilik PNFI. Tugas-tugas yang dilaksanakan oleh pengawas diantaranya adalah :
1. Memberikan saran dan solusi penyelesaian kepada pihak sekolah/guru dalam masalah yang berkaitan dengan proses pembelajaran maupun penyelenggaraan pendidikan.
2. Melaksanakan penilaian, pengolahan dan analisis data hasil belajar/bimbingan siswa dan kemampuan guru.
3. Menyusun program kerja kepengawasan untuk setiap semester dan setiap tahunnya pada sekolah yang dibinanya.
4. Mengumpulkan dan mengolah data sumber daya pendidikan, proses pembelajaran/bimbingan, lingkungan sekolah yang berpengaruh terhadap perkembangan hasil belajar/bimbing¬an siswa.
5. Melaksanakan analisis komprehensif hasil analisis berbagai faktor sumber daya pendidikan sebagai bahan untuk melakukan inovasi sekolah.
6. Memberikan arahan, bantuan dan bimbingan kepada guru tentang proses pembelajaran/bimbingan yang bermutu untuk meningkatkan mutu proses dan hasil belajar/ bimbing¬an siswa.
7. Melaksanakan penilaian dan monitoring penyelenggaran pendidikan di sekolah binaannya mulai dari penerimaan siswa baru, pelaksanaan pembelajaran, pelaksanaan ujian sampai kepada pelepasan lulusan/pemberian ijazah.
8. Menyusun laporan hasil pengawasan di sekolah binaannya dan melaporkannya kepada Dinas Pendidikan, Komite Sekolah dan stakeholder lainnya.
9. Melaksanakan penilaian hasil pengawasan seluruh sekolah sebagai bahan kajian untuk menetapkan program kepengawasan semester berikutnya.
10. Memberikan bahan penilaian kepada sekolah dalam rangka akreditasi sekolah.

Allahu 'alam bishawab,.,.,.,.


Read More..

Ujian Tengah Semester SIM (Soal 10)

Di dalam pengembangan sistem dapat menggimakan model prototype. Jelaskan pengertian prototype dan berikan gambar dan penjelasan tahapan pengembangan sistem dengan model prototype? Jelaskan bagaimana penggunaan dalam bidang pendidikan!



Jawaban
Model Prototype adalah metode dengan menyajikan gambaran yang lengkap tentang sistemnya sehingga pemesan dapat melihat pemodelan system dari sisi tampilan maupun teknik procedural yang akan dibangun.
Proses pada model prototype adalah :
• Pengumpulan kebutuhan; developer dank lien bertemu dan menentukan tujuan umum, kebutuhan yang diketahui dan gambaran bagian-bagian yang akan dibutuhkan berikutnya. Detail kebutuhan mungkin tidak dibicarakan pada awal pengumpulan kebutuhan.
• Perancangan; perancangan dilakukan cepat dan rancangan mewakili semua aspek software yang diketahui dan rancangan ini menjadi dasar pembuatan.
• Perulangan ketiga proses ini terus berlangsung hingga semua kebutuhan terpenuhi.
• Prototype-prototype dibuat untuk memuaskan kebutuhan klien dan untuk memahami kebutuhan klien yang lebih baik.
• Prototype yang dibuat dapat dimanfaatkan kembali untuk membangun software lebih cepat, namun tidak semua prototype bisa dimanfaaatkan.
• Sekalipun prototype memudahkan komunikasi antar developer dank lien, membuat klien mendapat gambaran awal dari prototype, membantu mendapatkan kebutuhan detail lebih baik.

Penggunaan model prototype ini dalam bidang pendidikan didasarkan pada kebutuhan-kebutuhan konsumen yang berasal dari peserta didik, orang tua murid serta stake holder. Dari analisis kebutuhan yang didapat maka dibuat contoh model sistemnya serta diterapkan untuk dilihat kelebihan serta kekurangannya. Setelah diujicobakan dan didapat kelebihan serta kekurangannya dari konsumen maka model tersebut dibuat dan disempurnakan kembali untuk dipergunakan. Dalam penyempurnaan maka tetap harus diperhatikan kebutuhan-kebutuhan yang sedang dan akan berkembang karena model harus tetap mengikuti perkembangan dan sesuai dengan kebutuhan konsumen. 

Adapun jenis-jenis Prototipe, yaitu :
Prototype jenis I, sesungguhnya akan menjadi sistem operasional. Langkah-langkah pengembangannya adalah sebagai berikut :
Gambar Pengembangan Prototipe Jenis I

Prototype jenis II, merupakan suatu model yang berfungsi sebagai cetak biru bagi sistem operasional. Langkah-langkah pengembangannya adalah sebagai berikut :


Gambar Pengembangan Prototipe Jenis II
Daya tarik prototype, yaitu :
a. Komunikasi antar analis sistem dengan pemakai membaik.
b. Analis dapat bekerja dengan lebih baik dalam menentukan kebutuhan pemakai.
c. Pemakai berperan lebih aktif dalam pengembangan sistem.
d. Lebih efisien dan dapat menghemat biaya pengembangan.
e. Penerapan lebih mudah.

Potensi kegagalan prototype, yaitu :
a. Bersifat tergesa-gesa.
b. Berharap sesuatu yang tidak realistis dari sistem operasionalnya.
c. Prorotipe I tidak efisien terhadap sistem yang dikodekan dengan bahasa pemrograman.
d. User interface tidak mencerminkan teknik perancangan yang baik.

Penerapannya mempunyai prospek yang baik, dengan karakteristik sebagai berikut :
a. Risiko tinggi
b. Pertimbangan interaksi pemakai
c. Jumlah pemakai banyak
d. Dibutuhkan penyelesaian yang cepat
e. Perkiraan tahap penggunaan sistem yang pendek
f. Sistem yang inovatif
g. Perilaku pemakai yang sukar ditebak.


Allahu 'alam bishawab,.,.,.,.,.
Read More..

Ujian Tengah Semester SIM (Soal 9)

Jelaskan tahap-tahap analisis dan perancangan suatu sistem pendidikan dari suatu lembaga pendidikan? Jelaskan perbedaan analisis sistem jika sistem itu dibeli jadi (paket) dan dibuat sendiri (tailor made)?



Jawaban
Analisis sistem adalah penelitian atas sistem yang telah ada dengan tujuan untuk merancang sistem baru atau diperbarui. Adapun tahapannya yaitu :
a. Mengumumkan Penelitian Sistem
Manajer khawatir terhadap penerapan aplikasi komputer baru yang mempengaruhi kerja para pegawainya. Sehingga perlu dikomunikasikan kepada para pegawai tentang :
1. alasan perusahaan melaksanakan proyek
2. bagaimana sistem baru akan menguntungkan perusahaan dan pegawai.

b. Mengorganisasikan Tim Proyek
Tim proyek yang akan melakukan penelitian sistem dikumpulkan. Agar proyek berhasil, pemakai sangat perlu berperan aktif daripada berperan pasif. Banyak perusahaan mempunyai kebijakan menjadikan pemakai sebagai pemimpin proyek dan bukannya spesialis informasi.

c. Mendefinisikan Kebutuhan Informasi
Analis mempelajari kebutuhan informasi pemakai dengan terlibat dalam berbagai kegiatan pengumpulan informasi (wawancara, pemgamatan, pencarian catatan, dan survei). Dari semua metode tersebut, wawancara perorangan lebih disukai, dengan alasan :
• Menyediakan komunikasi dua arah dan pengamatan terhadap bahasa tubuh.
• Dapat meningkatkan antusiasme pada proyek baik dari pihak spesialis maupun pihak pemakai.
• Dapat menjalin kepercayaan antara pemakai dan spesialis informasi.
• Memberi kesempatan bagi peserta proyek untuk mengungkapan pandangan yang berbeda bahkan bertentangan.
Dokumentasi dapat berupa flowchart, diagram aliran data (data flow diagram), dan grafik serta penjelasan naratif dari proses dan data. Istilah kamus proyek sering digunakan untuk menggambarkan semua dokumentasi yang menjelaskan suatu sistem.

d. Mendefinisikan Kriteria Kinerja Sistem
Langkah selanjutnya adalah menspesifikasikan secara tepat apa yang harus dicapai oleh sistem, yaitu kriteria kinerja sistem. Misalkan,
• Laporan harus disiapkan dalam bentuk salinan kertas dan tampilan komputer;
• Laporan harus tersedia tidak lebih dari 3 hari setelah akhir bulan;
• Laporan harus membandingkan pendapatan dan biaya actual dengan anggarannya baik untuk bulan lalu maupun sepanjang tahun hingga sekarang (year to date).

e. Menyiapkan Usulan Rancangan
Analis sistem memberikan kesempatan bagi manajer untuk membuat keputusan teruskan atau hentikan untuk kedua kalinya. Dalam hal ini manajer harus menyetujui tahap rancangan dan dukungan bagi keputusan tersebut termasuk di dalam usulan rancangan.

f. Menerima atau Menolak Proyek Rancangan
Manajer dan komite pengarah SIM mengevaluasi usulan rancangan dan menentukan apakah akan memberikan persetujuan atau tidak. Dalam beberapa kasus, tim mungkin diminta melakukan analisis lain dan menyerahkannya kembali atau mungkin proyek ditinggalkan. Jika disetujui, proyek maju ke tahap rancangan.

Perbedaan analsis system jika system dibeli jadi (paket) dengan dibuat sendiri (tailor made) :
1) Pada tailor made maka Investasi yang optimal merupakan suatu keharusan karena harus memenuhi semua kebutuhan lembaga pendidikan, sedangkan pada ssstem paket hal itu tidak dapat dipenuhi karena mengacu pada paket yang telah ada.
2) Sistem tailor made mudah diterapkan dan dipergunakan karena berdasarkan kebutuhan, kekurangan dan kelebihan lembaga pendidikan tersebut sedangkan pada sistem paket cenderung sulit diterapkan dan dipergunakan karena sistem paket dibuat untuk semua kondisi lembaga pendidikan.
3) Sistem tailor made memperhatikan integrasi dengan software yang lain sehingga dapat saling berkomunikasi dan berbagi data dengan yang lain, sedangkan sistem paket terkadang ada yang terintegrasi namun ada juga yang tidak terintegrasi.
4) Tailor made tidak membatasi penggunaan karena dibuat berdasarkan permintaan, kebutuhan dan spesifikasi yang diperlukan. Sedangkan pada sistem paket penggunaannya terbatas pada yang telah dibuat oleh pengembang.
5) Sistem Tailor Made memiliki skalabilitas yang baik karena dibuat untuk mengantisipasi kebutuhan perusahaan hingga beberapa tahun ke depan sedangkan sistem paket tidak memiliki hal seperti itu karena dibuat tanpa memperhatikan masa depan. 
6) Sistem Tailor made perlu waktu lama karena membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mendapatkan informasi secara menyeluruh tentang lembaga pendidikan, sedangkan sistem paket tidak membutuhkan waktu lama karena dibuat berdasarkan standar lembaga pendidikan yang ada saja dan berlaku umum 
7) Sistem Tailor Made memerlukan investasi awal yang tinggi karena hanya dipergunakan secara optimal saja oleh lembaga pendidikan tersebut saja sedangkan sistem paket tidak memerlukan investasi yang tinggi. 


Allahu 'alam bishawab,.,.,.,.,.

Read More..

Ujian Tengah Semester SIM (Soal 8)

Lembaga pendidikan memberikan jasa kepada konsumen (masyarakat). Di dalam SIM ada beberapa dimensi kualitas jasa, yaitu: berwujud, keandalan, responsif, kepastian, dan empathy. Jelaskan bagaimana penerapan dimensi kualitas pada suatu lembaga pendidikan? Apakah variabel-variabel jasa tersebut dapat diterapkan dalam bidang pendidikan, jika tidak kenapa dan jika tidak kenapa? 

Jawaban
Dalam Sistem Informasi Manajemen ada lima dimensi dalam menentukan kualitas jasa, yaitu:
  1. Reliability, yaitu kemampuan untuk memberikan pelayanan yang sesuai dengan janji yang ditawarkan.
  2. Responsiveness, yaitu respon atau kesigapan karyawan dalam membantu pelanggan dan memberikan pelayanan yang cepat dan tanggap, yang meliputi: kesigapan karyawan dalam melayani pelanggan, kecepatan karyawan dalam menangani transaksi, dan penanganan keluhan pelanggan/ pasien.
  3. Assurance, meliputi kemampuan karyawan atas: pengetahuan terhadap produk secara tepat, kualitas keramahtamahan, perhatian dan kesopanan dalam memberi pelayanan, keterampilan dalam memberikan informasi, kemampuan dalam memberikan keamanan di dalam memanfaatkan jasa yang ditawarkan, dan kemampuan dalam menanamkan kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan. Dimensi kepastian atau jaminan ini merupakan gabungan dari dimensi:
  • Kompetensi (competence), artinya keterampilan dan pengetahuan yang dimiliki oleh para karyawan untuk melakukan pelayanan.
  • Kesopanan (courtesy), yang meliputi keramahan, perhatian dan sikap para karyawan.
  • Kredibilitas (credibility), meliputi hal-hal yang berhubungan dengan kepercayaan kepada perusahaan, seperti reputasi, prestasi dan sebagainya.
  • Emphaty, yaitu perhatian secara individual yang diberikan perusahaan kepada pelanggan seperti kemudahan untuk menghubungi perusahaan, kemampuan karyawan untuk berkomunikasi dengan pelanggan, dan usaha perusahaan untuk memahami keinginan dan kebutuhan pelanggannya. Dimensi emphaty ini merupakan penggabungan dari dimensi: (a) Akses (access), meliputi kemudahan untuk memanfaatkan jasa yang ditawarkan perusahaan. (b) Komunikasi (communication), merupakan kemampuan melakukan komunikasi untuk menyampaikan informasi kepada pelanggan atau memperoleh masukan dari pelanggan. (c) Pemahaman pada pelanggan (Understanding the customer), meliputi usaha perusahaan untuk mengetahui dan memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan.
  • Tangibles, meliputi penampilan fasilitas fisik seperti gedung dan ruangan front office, tersedianya tempat parkir, kebersihan, kerapihan dan kenyamanan ruangan, kelengkapan peralatan komunikasi dan penampilan karyawan.

Dimensi-dimensi kualitas jasa tersebut tentu saja dapat diterapkan dalam bidang pendidikan karena pendidikan merupakan pelayanan publik yang amat dibutuhkan dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat. Pelayanan publik adalah pemberian layanan keperluan orang atau masyarakat yang mempunyai kepentingan pada organinasi itu sesuai dengan aturan pokok dan tata cara yang telah ditetapkan. Kondisi masyarakat yang sangat dinamis, tingkat kehidupan masyarakat yang semakin baik merupakan indikasi dari empowering yang dialami masyarakat. Hal ini berarti masyarakat semakin sadar akan apa yang menjadi hak dan kewajibannya, berani mengajukan tuntutan, keinginan dan aspirasinya kepada pelaku jasa layanan publik. Dengan demikian pelaku jasa pelayanan publik terutama jasa pelayanan pendidikan harus lebih professional, efektif, sederhana, transparan, terbuka, tepat waktu, responsif dan adaptif serta sekaligus dapat membangun kulaitas manusia berupa peningkatan kapasitas individu dan masyarakat. 


Allahu 'alam bishawab.,.,.,.,.


Read More..

Ujian Tengah Semester SIM (Soal 7)

Dengan meningkatnya tingkat persaingan antar lembaga pendidikan (baik lembaga negeri maupun swasta), perlu terobosan dalam memenangkan persaingan. Uraikan dengan pendekatan kualitas jasa pendidikan jika dikaitkan dengan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, dan Threat), maupun prinsip pemasaran 4 P (Price, Product, Place dan Promotion). Jawaban diutamakan menggunakan pendekatan gambar atau matrik.


Jawaban
Strategi pemasaran terdiri atas campuran unsur yang dinamakan pemasaran mix (unsur pemasaran) yang terdiri dari produk, promosi, tempat dan harga. Secara bersama mereka disebut the four P. Produk adalah sesuatu yang dibeli pelanggan untuk memuaskan keinginannya atau memenuhi kebutuhannya dan ia dapat berupa barang yang berwujud secara fisik, jenis pelayanan atau sebuah ide. Promosi adalah semua cara untuk menggairahkan penjualan, termasuk pengiklanan dan personal selling. Tempat berkaitan dengan cara pendistribusian produk secara fisik kepada pelanggan melalui saluran distribusi. Harga terdiri atas semua elemen yang berkaitan dengan sesuatu yang harus dibayar oleh pelanggan untuk produk tersebut. 
Oleh karena itu lembaga pendidikan harus memperhatikan :
  1. Akses yang berhubungan dengan kemudahan mendapatkan jasa pendidikan yang diperoleh di tempat yang mudah dijangkau pada waktu yang tepat dan nyaman.
  2. Kecocokan dengan tingkat kebutuhan pelanggan, yaitu kecocokan akan profil tingkat pendidikan populasi dan kelompok yang membutuhkannya.
  3. Efektivitas yang berhubungan dengan adanya kemampuan penyaji jasa pendidikan (staf pengajar) untuk melayani atau menciptakan hasil yang diinginkan.
  4. Ekuitas yang berhubungan dengan distribusi sumber-sumber pelayanan lembaga pendidikan yang adil dalam suatu system yang didukung secara umum
  5. Diterima secara sosial yang berhubungan dengan kondisi lingkungan, komunikasi dan kebebasan atau keleluasaan pribadi.
  6. Efisiensi dan ekonomis yang mengacu pada pengertian layanan terbaik untuk besarnya biaya yang tepat. 
Lembaga pendidikan akan dikatakan berhasil jika mampu memberikan pelayanan sama atau melebihi harapan pelanggan, diantaranya :
  1. Siswa puas dengan layanan sekolah, antara lain puas dengan pelajaran yang diterima, puas dengan perlakuan oleh guru atau pimpinan, puas dengan fasilitas yang disediakan sekolah atau dengan situasi sekolah.
  2. Orang tua siswa puas dengan layanan terhadap anaknya maupun layanan kepada orang tua, misalnya puas karena menerima laporan periodik tentang perkembangan siswa maupun program-program sekolah.
  3. Pihak pemakai/penerima lulusan (perguruan tinggi, industry, masyarakat) puas karena menerima lulusan dengan kualitas yang diharapkan.
  4. Guru dan karyawan puas dengan pelayanan sekolah, misalnya pembagian kerja, hubungan antar guru/karyawan/pimpinan, gaji/honorarium dsb.

Allahu 'alam bishawab........
Read More..

Ujian Tengah Semester SIM (Soal 6)

Apakah yang dimaksud dengan TQM (Total Quality Management). Apakah TQM dapat diterapkan dalam bidang pendidikan? Jika dapat diterapkan apakah diperlukan modifikasi agar TQM dapat berjalan dengan baik? Bedakan pula antara TQM dengan MBE (Management By Exception), berikan contoh dalam bidang pendidikan!

Jawab
TQM merupakan suatu pendekatan dalam menjalankan usaha yang mencoba untuk memaksimumkan daya saing organisasi melalui perbaikan terus menerus atas produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungannya (Tjiptono & Diana 2001:4). TQM adalah pendekatan manajemen pada suatu organisasi, berfokus pada kualitas dan didasarkan atas partisipasi dari keseluruhan sumber daya manusia dan ditujukan pada kesuksesan jangka panjang melalui kepuasan pelanggan dan memberikan manfaat pada anggota organisasi (sumber daya manusianya) dan masyarakat. TQM juga diterjemahkan sebagai pendekatan berorientasi pelanggan yang memperkenalkan perubahan manajemen yang sistematik dan perbaikan terus menerus terhadap proses, produk, dan pelayanan suatu organisasi. Proses TQM memiliki input yang spesifik (keinginan, kebutuhan, dan harapan pelanggan), mentransformasi (memproses) input dalam organisasi untuk memproduksi barang atau jasa yang pada gilirannya memberikan kepuasan kepada pelanggan (output). 
TQM tentu saja dapat diterapkan dalam bidang pendidikan karena tujuan utama TQM adalah untuk mereorientasi sistem manajemen, perilaku staf, fokus organisasi dan proses-proses pengadaan pelayanan sehingga lembaga penyedia pelayanan pendidikan bisa berproduksi lebih baik, pelayanan yang lebih efektif yang memenuhi kebutuhan, keinginan dan keperluan pelanggan atau dengan kata lain adalah perbaikan mutu pelayanan pendidikan secara terus menerus. 
Manfaat utama penerapan TQM pada sektor publik terutama sektor pendidikan adalah perbaikan pelayanan, pengurangan biaya dan kepuasan pelanggan. Perbaikan progresif dalam sistem manajemen dan kualitas pelayanan menghasilkan peningkatan kepuasan pelanggan. Sebagai tambahan, manfaat lain yang bisa dilihat adalah peningkatan keahlian, semangat dan rasa percaya diri di kalangan staf pelayanan publik, perbaikan hubungan antara pemerintah dan masyarakatnya, peningkatan akuntabilitas dan transparansi pemerintah serta peningkatan produktifitas dan efisiensi pelayanan publik.
TQM hanya dapat dicapai dengan memperhatikan karakteristik sebagai berikut: 
• Fokus pada pelanggan, baik pelanggan internal maupun eksternal.
• Memiliki obsesi yang tinggi terhadap kualitas. 
• Menggunakan pendekatan ilmiah dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah.
• Memiliki komitmen jangka panjang. 
• Membutuhkan kerjasama tim (teamwork). 
• Memperbaiki proses secara berkesinambungan.
• Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan. 
• Memberikan kebebasan yang terkendali. 
• Memiliki kesatuan tujuan. 
• Adanya keterlibatan dan pemberdayaan karyawan (Tjiptono & Diana 2001:5). 

Hal yang harus dilakukan dalam menerapkan TQM dalam pendidikan:
1. Modifikasi fungsi-fungsi adminstrasi
2. Modifikasi fungsi-fungsi pengelolaan kelas
3. Modifikasi fungsi-fungsi layanan pembelajaran
4. Modifikasi fungsi-fungsi database sumber daya dan output

Hal-hal di atas tetap harus mengacu pada rinsip-prinsip yang mempedomani TQM yang mencakup: 
1) promosi lingkungan yang berfokus pada mutu, 
2) pengenalan kepuasan pelanggan sebagai indikator kunci pelayanan bermutu dan 
3)perubahan sistem, perilaku dan proses dalam rangka menjalankan perbaikan selangkah demi selangkah dan terus menerus terhadap barang dan pelayanan yang disediakan oleh sebuah organisasi. 

Lingkungan yang berfokus pada mutu adalah sebuah organisasi dimana pengadaan pelayanan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan keperluan pelanggan dan dengan biaya terjangkau menjadi konsensus di kalangan anggota organisasi tersebut. Inti pendekatan semacam ini adalah tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan, yang dengan sendirinya menunjukkan efektifitas pelayanan. 
Kunci untuk mengatasi tantangan tersebut di atas adalah mempromosikan perubahan pada sistem manajemen dan perilaku organisasi penyedia pelayanan. Hal ini mencakup membangun komitmen untuk perubahan, mempromosikan partisipasi semua pihak terkait dan memberdayakan tim kerja. Komitmen untuk merubah pendekatan organisasi dalam hal pengadaan pelayanan bermula dari tingkat manajer senior, tetapi perubahan itu sendiri dimanifestasikan oleh seluruh staf pada semua lapisan. 
Agar TQM berhasil, maka baik klien maupun tim kerja harus menjadi mitra aktif dalam pengambangan pelayanan. Secara khusus, agar pelanggan puas maka staf harus memiliki keahlian yang dibutuhkan dan rasa memiliki terhadap pelayanan. Pegawai pada semua tingkatan harus bisa melatih keleluasaan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan, baik di dalam maupun di luar organisasi. 
Urgensi pengadaan pelatihan dan pendidikan secara berkesinambungan tidak bisa dipandang remeh. Untuk mencipatakan tim kerja yang terberdayakan, maka semua orang dalam lingkungan TQM perlu mendapatkan kemampuan tambahan untuk mengembangkan proses dan kinerja. Pelatihan keahlian kerja yang spesifik harus disediakan dan diperbaharui terus menerus untuk merefleksikan proses yang telah berkembang. 
Biasanya, tangapan awal terhadap TQM cukup positif, namun kerap hanya dalam bentuk dukungan verbal semata. Masalah mulai muncul ketika diperlukan dukungan aktif dari para manajer senior untuk menciptakan atmosfer yang kondusif, dimana staf bisa bereksperimen dan mempelajari pendekatan baru tanpa takut disalahkan, atau ketika terjadi tekanan untuk melaksanakan "proyek pesanan" (top-down). 
Keadaan ini bisa menyempitkan ruang lingkup TQM dan membuatnya tidak bisa berjalan dalam jangka panjang. Dalam studi banding program TQM pada kantor-kantor Dinas diketahui bahwa tipe kepemimpinan sangat instrumental dalam menanggulangi masalah tersebut. Jika manajemen senior hanya memberikan dukungan verbal, maka staf akan merespon prinsip-prinsip TQM hanya di mulut saja. Sebaliknya, jika manajemen senior berpartispasi aktif dalam proses, maka akan terjadi perubahan kualitatif mengenai kinerja para staf. 
Seorang manajer, untuk dapat melakukan pengendalian atas bagian yang menjadi tanggung jawabnya harus didukung oleh tersedianya :
1. Informasi mengenai apa yang telah dan sedang dicapai pada unit kerjanya.
2. Standar kinerja yang dapat menunjukan apa yang harus dicapai oleh unit kerjanya.

Standar yang dikombinasikan dengan output informasi (misalnya laporan penjualan) akan memungkinkan terjadinya Management By Expection (MBE). MBE adalah gaya atau tindakan yang dilakukan manajer apabila terjadi ketidaksesuaian antara kinerja actual (apa yang telah dan sedang dicapai) dengan standar kinerja (apa yang harus dicapai). Contoh seorang manajer menentukan bahwa jumlah mahasiswa baru yang akan diterima harus berada dalam jangkauan 1.000 hingga 1.500 mahasiswa. Apabila jumlah mahasiswa yang terdaftar hingga 1.700 maka berlakulah MBE. Manajer memikirkan dan mengambil keputusan terhadap kondisi yang terjadi saat itu. Management By Expection memberikan tiga keuntungan dasar :
1. Manajer tidak membuang waktu memantau aktifitas yang berlangsung secara normal.
2. Keputusan dapat lebih terfokus pada hal-hal yang lebih memerlukan perhatian.
3. Perhatian dipusatkan pada peluang-peluang maupun hal-hal yang berjalan semestinya.

MBE adalah suatu kemampuan dasar yang disediakan oleh SIBK. Dengan kondisi di mana SIBK memikul sebagian tanggung jawab dalam pengendalian system fisik maka waktu yang dimiliki manajer dapat digunakan secara efektif.


Allahu 'alam bishwab....
Read More..

Ujian Tengah Semester SIM (Soal 5)

Salah satu syarat pengembangan sistem adalah bahwa sistem yang baru harus dapat memberikan manfaat, baik manfaat berwujud (tangible benefits) dan manfaat tidak berwujud (intangible benefits). Berikan uraian dari kedua manfaat tersebut?



Jawab
Ada beberapa manfaat yang dapat kita peroleh dari pengembangan sistem yaitu :
a) Manfaat Berwujud (tangible benefit)
Sebuah sistem informasi yang dibangun dan dipelihara dengan baik akan memberikan manfaat berwujud yang secara faktual dapat dilihat pergerakannya melalui pendapatan yang diraih serta biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan. Indikator dari keberhasilan/manfaat yang berdampak pada peningkatan pendapatan adalah meningkatnya jumlah siswa atau mahasiswa dalam market yang sudah ada serta perluasan ke market yang baru.
Sistem informasi yang baik dapat digunakan tidak hanya untuk penyimpanan data secara elektronik saja tetapi harus mampu mendukung proses analisis yang diperlukan oleh manajemen. Sehingga dengan dukungan sistem informasi yang baik maka dapat diperoleh informasi yang akurat, terpercaya, mutakhir dan mudah diakses mengenai kondisi lembaga pendidikan. Dengan adanya laporan yang tersaji dengan cepat dan setiap saat dapat diakses tersebut maka keputusan-keputusan yang diambil pun dapat lebih cepat dan presisi terhadap dinamika pendidikan yang ada.
Sedangkan dari sisi pengurangan biaya dapat dilakukan analisis faktual atas pengurangan jumlah sumber daya manusia yang dilibatkan dalam adminstrasi, pengurangan biaya operasional seperti pasokan maupun overhead, pengurangan barang/material dalam stok gudang, pengurangan biaya pemeliharaan dan penyediaan perlengkapan yang tidak terlalu mahal maupun penambahan tenaga pengajar.
Contoh dari pengurangan jumlah sumber daya manusia adalah dalam proses pencatatan transaksi keuangan. Jika sebelumnya proses di akunting harus dikelola minimalnya oleh lima orang maka dengan implementasi SIM (Sistem Informasi Manjemen) yang baik cukup dikerjakan oleh satu orang saja. Hal ini disebabkan dengan SIM yang terintegrasi maka setiap proses pembukuan dapat diproses langsung dari masing-masing bagian terkait tanpa harus melalui proses pengisian ulang data.
Selain itu, secara otomatis dengan penerapan SIM maka laporan keuangan, laporan kegiatan pembelajaran maupun laporan yang lain dapat disajikan berdasarkan data-data yang ada tanpa re-entry.

b) Manfaat Tak Berwujud (intangible benefit)
Seringkali manfaat tak berwujud inilah yang menjadi titik kritis pada jalannya roda bisnis sebuah perusahaan. Karena bersifat tak berwujud, aspek-aspek berikut seringkali diabaikan atau tidak terlacak resistensinya, yaitu: 
1. Peningkatan Kepuasan Konsumen
Misalkan Anda datang ke sebuah toko swalayan. Mana yang kira-kira akan Anda pilih sebagai tempat berbelanja, toko yang waktu antrian di kasirnya lebih singkat atau sebaliknya? Tentunya Anda akan memilih yang pertama sekalipun mungkin harus membayar sedikit lebih mahal dibandingkan dengan toko kedua.
Toko pertama sudah menerapkan sistem informasi penjualannya yang lebih cepat dalam pemrosesan dan kemudahan pemasukan datanya. Sedangkan toko yang kedua belum atau tidak maksimal dalam menerapkan sistem informasi penjualannya.

2. Peningkatan Kepuasan Karyawan
Seringkali muncul dari pihak karyawan yang merasa haknya tidak terpenuhi seperti misalkan insentif lemburnya. Ternyata hal ini terjadi akibat kesalahan perhitungan pihak manajemen yang masih melakukannya secara manual atau dengan sistem pemasukan ulang data. 
Padahal jika saja perusahaan menyediakan sistem absensi yang terintegrasi dalam sistem informasi kepegawaian dan SIM maka secara otomatis dapat dibuat laporan insenstif yang lebih akurat dan benar. Hal tersebut baru salah satu contoh di luar misalkan perhitungan angka kredit, hak cuti, jenjang karier, pendidikan dan latihan, dsb.

3. Peningkatan Mutu dan Jumlah Informasi
Informasi adalah komponen penting di jaman bisnis sekarang. Anda yang kuasai informasi akan bertindak lebih responsif terhadap perubahan dan tren di masa depan. Penerapan sistem informasi yang baik tentunya akan menghasilkan laporan-laporan hasil kompilasi data yang dikelola oleh database yang berkualitas serta menyeluruh.
Hal tersebut dapat diwujudkan karena setiap proses pembuatan laporan tersebut dieksekusi secara otomatis oleh mesin komputer.

4. Peningkatan Mutu dan Jumlah Keputusan Manajemen
Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap pengambilan keputusan sangat bergantung kepada informasi yang mendukung kebijakan yang akan diambil tersebut.
Hal tersebut hanya dapat terwujud jika sistem informasi dapat menyajikan informasi yang relevan, akurat, terkini dan dapat diambil setiap saat.

5. Peningkatan Mutu dan Jumlah Respon atas Kondisi Pesaing
Aspek intelijen bisnis adalah hal yang sangat penting sejak kurun waktu yang lama dengan berbagai format dan keperluannya. Untuk mencapai titik respon yang cepat dan tepat atas dinamika para pesaing maka diperlukan sistem informasi yang mampu mengumpulkan, menganalisis dan mengkompilasi informasi yang dibutuhkan oleh para pengambil keputusan di perusahaan.

6. Peningkatan Efisiensi dan Keluwesan Operasional
Pemilik bisnis mana yang tidak menginginkan ini? Semakin efisien dan luwesnya sebuah operasional maka hal ini menunjukkan semakin rendahnya biaya yang dikeluarkan untuk menjalankannya. Hal tersebut dapat dicapai karena dipangkasnya rantai birokrasi dalam perusahaan setelah implementasi sistem informasi yang baik.

7. Peningkatan Mutu Komunikasi Internal dan Eksternal
Sebuah sistem informasi yang baik tentunya harus didukung oleh sistem jaringan komunikasi data elektronik yang handal juga. Dengan penerapan sistem informasi yang baik maka setiap pihak baik di dalam maupun di luar perusahaan dapat bertukar informasi secara lebih efektif dan efisien.

8. Peningkatan Mutu Perencanaan
Perencanaan adalah proses yang penting bagi bisnis. Namun apapun perencanaan yang akan dibuat maka tentunya diperlukan dukungan informasi yang memadai dalam melaksanakannya. Jika tidak maka perencanaan tersebut dapat kehilangan arah dan tidak mencapai sasarannya karena kesalah informasi yang menjadi basisnya.

9. Peningkatan Mutu Pengendalian dan Pengawasan
Dengan sistem informasi yang dibangun dan dipelihara dengan baik maka setiap aktivitas di dalam lingkungan bisnis dapat terus-menerus dipantau. Pemantauan tersebut tentunya berdampak pada peningkatan pengendalian atas setiap prosedur dan kegiatan yang terjadi di dalam perusahaan.

Allahu 'alam bishawab........
Read More..

Ujian Tengah Semester SIM (Soal 4)

Soal
Jelaskan pemahaman Saudara tentang database, keuntungan menggunakan database, dan sebutkan software apa saja yang dapat digunakan untuk membuat database. Berikan bagan struktur database untuk yang berikut ini:
a. Guru
b. Karyawan (pegawai administrasi)
c. Murid
d. Kurikulum
e. Inventaris
f. Ruangan
g. Jadwal pelajaran



Jawaban
Database adalah suatu kumpulan data-data yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk informasi yang sangat berguna. Database terbentuk dari sekelompok data-data yang memiliki jenis/sifat sama. Contohnya : data mahasiswa, data dosen, dll.
Keuntungan menggunakan Database diantaranya adalah :
  • Salah satu komponen penting dalam sistem informasi, karena merupakan dasar dalam menyediakan informasi 
  • Menentukan kualitas informasi : akurat, tepat pada waktunya dan relevan. Informasi dapat dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya. 
  • Mengurangi duplikasi data (data redudancy) 
  • Hubungan data dapat ditingkatkan (data relatability) 
  • Mengurangi pemborosan tempat simpanan luar 

Software yang digunakan untuk membuat database diantaranya adalah 
1) Microsoft Access
Microsoft Access (atau Microsoft Office Access) adalah sebuah program aplikasi basis data komputer relasional yang ditujukan untuk kalangan rumahan dan perusahaan kecil hingga menengah. Aplikasi ini merupakan anggota dari beberapa aplikasi Microsoft Office, selain tentunya Microsoft Word, Microsoft Excel, dan Microsoft PowerPoint. Aplikasi ini menggunakan mesin basis data Microsoft Jet Database Engine, dan juga menggunakan tampilan grafis yang intuitif sehingga memudahkan pengguna. Versi terakhir adalah Microsoft Office Access 2007 yang termasuk ke dalam Microsoft Office System 2007.
Microsoft Access dapat menggunakan data yang disimpan di dalam format Microsoft Access, Microsoft Jet Database Engine, Microsoft SQL Server, Oracle Database, atau semua kontainer basis data yang mendukung standar ODBC. Para pengguna/programmer yang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang kompleks, sementara para programmer yang kurang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang sederhana. Access juga mendukung teknik-teknik pemrograman berorientasi objek, tetapi tidak dapat digolongkan ke dalam perangkat bantu pemrograman berorientasi objek.

2) Ms SQL Server
Microsoft SQL Server adalah sebuah sistem manajemen basis data relasional (RDBMS) produk Microsoft. Bahasa Queri utamanya adalah Transact-SQL yang merupakan implementasi dari SQL standar ANSI/ISO yang digunakan oleh Microsoft dan Sybase. Umumnya SQL Server digunakan di dunia bisnis yang memiliki basis data berskala kecil sampai dengan menengah, tetapi kemudian berkembang dengan digunakannya SQL Server pada basis data besar.
Microsoft SQL Server dan Sybase/ASE dapat berkomunikasi lewat jaringan dengan menggunakan protokol TDS (Tabular Data Stream). Selain dari itu, Microsoft SQL Server juga mendukung ODBC (Open Database Connectivity), dan mempunyai driver JDBC untuk bahasa pemrograman Java. Fitur yang lain dari SQL Server ini adalah kemampuannya untuk membuat basis data mirroring dan clustering. Pada versi sebelumnya, MS SQL Server 2000 terserang oleh cacing komputer SQL Slammer yang mengakibatkan kelambatan akses Internet pada tanggal 25 Januari 2003.


3) Oracle
Basis data Oracle adalah basis data relasional yang terdiri dari kumpulan data dalam suatu sistem manajemen basis data RDBMS. Perusahaan perangkat lunak Oracle memasarkan jenis basis data ini untuk bermacam-macam aplikasi yang bisa berjalan pada banyak jenis dan merk perangkat keras komputer (platform).
Basis data Oracle ini pertama kali dikembangkan oleh Larry Ellison, Bob Miner dan Ed Oates lewat perusahaan konsultasinya bernama Software Development Laboratories (SDL) pada tahun 1977. Pada tahun 1983, perusahaan ini berubah nama menjadi Oracle Corporation sampai sekarang.

4) MySql
MySQL adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL (bahasa Inggris: database management system) atau DBMS yang multithread, multi-user, dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia. MySQL AB membuat MySQL tersedia sebagai perangkat lunak gratis dibawah lisensi GNU General Public License (GPL), tetapi mereka juga menjual dibawah lisensi komersial untuk kasus-kasus dimana penggunaannya tidak cocok dengan penggunaan GPL.
Tidak sama dengan proyek-proyek seperti Apache, dimana perangkat lunak dikembangkan oleh komunitas umum, dan hak cipta untuk kode sumber dimiliki oleh penulisnya masing-masing, MySQL dimiliki dan disponsori oleh sebuah perusahaan komersial Swedia MySQL AB, dimana memegang hak cipta hampir atas semua kode sumbernya. Kedua orang Swedia dan satu orang Finlandia yang mendirikan MySQL AB adalah: David Axmark, Allan Larsson, dan Michael “Monty” Widenius.


5) Postgre SQL
Postgre SQL merupakan tool untuk membuat database server yang bersifat open source yang memiliki licensi GPL (General Public License). Postgre SQL mendukung bahasa pemrograman seperti : SQL, C, C++, Java, PHP dan lainnya. Dengan lisensi GPL, PostgreSQL dapat digunakan, dimodifikasi dan didistribusikan oleh setiap orang tanpa perlu membayar lisensi (free of charge) baik untuk keperluan pribadi, pendidikan maupun komersil. Kebanyakan PostgreSQL tersedia untuk pengguna Linux


6) Firebird
Firebird (juga disebut FirebirdSQL) adalah sistem manajemen basisdata relasional yang menawarkan fitur-fitur yang terdapat dalam standar ANSI SQL-99 dan SQL-2003. RDBMS ini berjalan baik di Linux, Windows, maupun pada sejumlah platform Unix. Firebird di diarahkan dan di-maintain oleh FirebirdSQL Foundation. Ia merupakan turunan dari Interbase versi open source milik Borland.
Modul-modul kode baru ditambahkan pada Firebird dan berlisensi di bawah Initial Developer’s Public License (IDPL), sementara modul-modul aslinya dirilis oleh Inprise berlisensi di bawah InterBase Public License 1.0. Kedua lisensi tersebut merupakan versi modifikasi dari Mozilla Public License 1.1.

Selain dari software-software diatas, masih banyak lagi softwarenya seperti dBase, syBase, Informix, FoxPro, DB2, dll

Bagan Database Model Relational

Tabel Guru

NIP Guru
Nama Guru
Mata Pelajaran
Alamat
470067894
Muhamad Lukman, S.Pd
Matematika
Jl. Bendi Raya 17
470098876
Jumaedy, ST
Elektronika
Jl. Pademangan Raya No. 98
471198066
Jamal Riswanto, S.Pd
PKn
Jl. Budi Mulia 13



Tabel Karyawan (Pegawai Administrasi)
NIP
Nama
Jabatan
Alamat
131456732
Kasmidjo
Kasubag TU
Jl. Batu Hiu 13
130324765
Roslina Sinaga
Keuangan
Jl. Sungai Brantas 3
131256489
Eko Winarso
Pembukuan
Jl. Bendungan Jago 33

Tabel Murid
No. Induk
Nama Siswa
Kelas
Alamat
987
Syaiful Nirwan
X
Jl. Sasak 5
988
Virgana
X
Jl. Lagoa Terusan 4
989
Maemunah Rasyid
X
Jl. Lagter 56

Tabel Kurikulum
Pelajaran
Kelas
Kurikulum
Sumber
Matematika
X
KTSP
Buku BSE dan Internet
PKn
X
KTSP
Buku BSE dan Internet
PLKJ
X
KTSP
Buku BSE dan Internet

Tabel Inventaris
Kode Barang
Asal
Jumlah
Kondisi
1OA
Swadaya
18
Baik
1OB
BOS
92
Rusak Ringan
1OC
APBN
35
Rusak Berat

Tabel Ruangan
Kode Ruangan
Uraian
Jumlah
Kondisi
2OA
Kelas
18
Baik
2OB
Lab. Fisika
1
Rusak Ringan
2OC
Lab. Kimia
1
Rusak Berat

Tabel Jadwal Pelajaran
Kelas
Kode Guru
Mata Pelajaran
Nama Guru
X
012
Fisika
Suryadin
XI
015
Tata Busana
Ratna Dwi Hernani
XII
027
Olahraga
Singgih Praptanugraha



mohon maaf, agak berantakan......
Allahu 'alam bishawab



Read More..